Dusun Bambu akhir-akhir ini memang sedang hangat dibicarakan warga dunia maya, baik di Twitter, Instagram, ataupun Facebook. Begitu banyak komentar positif yang diulas para wisatawan. Terletak di Bandung, di sebuah desa kecil yaitu desa Kertawangi, Dusun Bambu terletak di puncak sebuah dataran tinggi di desa Kertawangi. Untuk itu, kita harus perjalanan ke atas sana diiringi oleh tanjakan dan sesekali ada jurang kecil.
Setibanya di Dusun Bambu pukul 10.45 bersama teman-teman dan orangtua masing-masing, saya turun bersama teman-teman. Saya lebih memilih untuk berjalan kaki daripada naik sebuah mobil yang disebut mobil Wara-Wiri. Apa untungnya bagi saya dengan berjalan kaki? Saya dapat melihat pemandangan sawah dengan bebek-bebek yang berjalan beriringan dan berbaris. Di tengah sawah yang berbentuk oval dengan sedikit desain terasering pada sawahnya, terdapat sebuah danau kecil. Di sawah itu juga terdapat pondok kecil untuk beristirahat.
Kita dapat menyewa sepeda untuk berkeliling Dusun Bambu. Di Dusun Bambu terdapat 2 tempat makan, yaitu Cafe Burangrang dan Pasar Khatulistiwa. Saya mencoba baso Malang Bom. Kuahnya nikmat, hangat, dan berbumbu pas. Kuahnya serasa menyerap ke dalam lidah. Bakso ini berukuran cukup besar. Dengan 1 pangsit dan 1 tahu, kelezatan bakso ini semakin lengkap.
0 comments:
Post a Comment